Senin, 18 November 2013

Segmentasi pasar dan analisis demografi

SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFI






PENGERTIAN, TUJUAN, DAN PERSYARATAN SEGMENTASI PASAR

   Jerry W Thomas (2007) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar berdasarkan kesamaan, kemiripan, atau mempunyai keterkaitan yang sama. Tujuan dari segmentasi pasar adalah agar dapat melakukan prioritas, titik berat, atau konsentrasi usaha pemasaran dan mendorong pembagian (atau segmen pasar) untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dalam segmen tersebut. Sedangkan menurut Michael Richarme (2004), tujuan segmentasi pasar adalah membagi konsumen menjadi kelompok-kelompok yang berbeda sedemikian hingga pesan pemasaran dapat dirancang sesuai kebutuhan yang spesifik dari setiap kelompok konsumen tersebut. Setiap segmen pasar memerlukan karakteristik atau fitur produk yang berbeda, strategi promosi yang berbeda, strategi harga yang berbeda, bahkan mungkin saluran distribusi yang berbeda juga. Hal tersebut menunjukkan bahwa identifikasi atau analisis sebuah segmen pasar perlu dilakukan secara hati-hati, bahkan memerlukan metode riset dengan menggunakan teknik analisis yang rumit dan kompelks. Namun semuanya tetap disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik dari perusahaannya. Identifikasi segmen pasar yang baik atau tepat harus memenuhi persyaratan yang mencakup: 

               1.                 Homogen di dalam segmen tersebut. 
2.                 Heterogen antar segmen. 

3.                 Segmen dapat diukur dan memang penting. 

4.                 Segmen dapat dibedakan secara jelas dari segmen lainnya. 

5.                 Segmen dapat diakses atau digarap dan ditindaklanjuti oleh
            perusahaan, dan    
6.                 Segmen dapat menjadi sasaran yang menguntungkan.





TIPE ATAU JENIS SEGMEN PASAR




Teknik segmentasi pasar bisa sederhana atau bisa juga cukup rumit. Hal ini tergantung pada seberapa banyak faktor atau variabel yang digunakan untuk membedakan sebuah segmen pasar dibandingkan dengan segmen yang lainnya. Faktor atau variabel tersebut cukup hanya satu atau dua variabel saja, atau mungkin lebih banyak variabel yang digunakan untuk membuat segmentasi pasar. Sejumlah variabel yang digunakan dalam segmentasi pasar adalah sebagai berikut : 

1.                 Variabel Geografis, misalnya wilayah, ukuran populasi, kepadatan, penduduk, iklim, dan lain-lain. 

2.                 Variabel Demografi, misalnya umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendidikan, penghasilan, jenis pekerjaan, agama, faktor sosio ekonomi, bangsa, atau bahasa.  

3.                 Variabel Psikografi, misalnya keperibadian, gaya hidup, nilai yang dianut, atau sikap, dan  

4.                 Variabel Perilaku, misalnya tingkat konsumsi atau penggunaan barang, loyalitas terhadap merek, dan lain-lain.


Berdasarkan faktor pertimbangan atau variabel utama yang digunakan maka segmentasi pasar terdiri dari beberapa jenis atau tipe, yaitu : 

1.                 Segmentasi Geografis
Segmen berdasarkan batas-batas wilayah tertentu, misalnya sebuah perusahaan hanya memasarkan barang atau jasa di wilayah tertentu saja, atau tidak di tempat lain. 
 

2.                 Segmentasi Distribusi 
Segmen berdasarkan saluran distribusi tertentu saja, misalnya sebuah produk hanya dipasarkan melalui toko-toko tertentu atau sebuah produk pakaian hanya dijual pada satu butik terkenal saja. 
 

3.                 Segmentasi Media 
Segmen berdasarkan jenis media promosi tertentu, misalnya sebuah produk elektronik hanya dipasarkan melalui promosi gencar hanya melalui TV saja. 
 

4.                 Segmentasi Harga 
Berdasarkan perbedaan harga, misalnya sebuah perusahaan otomotif memproduksi dan memasarkan mobil dengan jenis berbeda-beda tergantung kisaran harganya (mahal, cukup mahal, atau murah). 
 

5.                 Segmentasi Demografis 
Segmen pasar berdasarkan karakteristik atau ciri individu dari konsumennya, misalnya produk yang dipasarkan untuk jenis kelamin tertentu, tingkat pendidikan tertentu, atau berdasarkan ciri individu lainnya. 

6.                 Segmentasi Waktu 
Segmen pasar berdasarkan waktu pemasaran atau penjualan tertentu, misalnya sebuah toko hanya buku di waktu-waktu tertentu yang berbeda dengan yang lain, atau nalah buka 24 jam. 

7.                 Segmentasi Gaya Hidup atau Psikografi 
Segmen berdasarkan analisis multivariate (banyak aspek) dari konsumennya yang dapat mencakup perilaku, nilai yang dianut, sikap, emosi, persepsi, keyakinan, atau minat. Tipe segmen pasar ini relative lebih kompleks dan biasanya memerlukan kegiatan riset kuantitatif dengan berbagai teknik atau metode riset yang relevan. 

MANFAAT SEGEMNTASI PASAR
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain :  

1.                 Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah. 

2.                 Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.  

3.                 Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.  

4.                 Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmenyang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.  

5.                 Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.



Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut :

1.                 Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya. 

2.                 Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen. 

3.                 Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar. 

4.                 Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

Hermawan Kertajaya mengatakan bahwa peranan segmentasi pasar adalah :

1.                  Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita. 

2.                 Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar. 

3.                 Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kitaselanjutnya.

4.                  Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dancara yang berbeda.


PROSES SEGMENTASI PASAR 

Proses segmentasi pasar terbagi menjadi beberapa tahap yaitu :

Tahap survei;

Tahap analisa data;

Tahap pembentukan segmen-segmen pasar;

Tahap identifikasi segmen-segmen pasar;

Tahap targeting segmen pasar.





ANALISIS DEMOGRAFI

Analisis Demografi adalah analisis penduduk dari rahim hingga liang kubur (from thewomb to the tomb) karena meliputi analisis penduduk pada seluruh siklus kehidupanmanusia sejak dari kandungan sampai meninggal.






Demografi, ini merujuk data statistik penduduk, termasuk pendapatan, rata-rataumur, dan pendidikan. Kalau menurut Hermawan, demografi ini termasuk dalam Static Attribute Segmentation, atau cara memandang pasar berdasarkan geografis dan demografi. Geografis berarti kita melihat pasar berdasarkan wilayah (negara,kawasan, propinsi, kota). Sedangkan demografi berati kita melihat pasarberdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, agama dan pendidikan.





MANFAAT ANALISIS DEMOGRAFI

1.                 Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalamsuatu daerah tertentu.

2.                 Menjelaskan pertumbuhan penduduk pada masalampau, kecenderungannya, dan persebarannyadengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia. 

3.                 Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial, ekonomi, budaya, lingkungandan lain-lain.

4.                 Pemperkirakan pertumbuhan penduduk (proyeksipenduduk) pada masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.



Sumber :

Jerry W. Thomas (2007) “Market Segmentation”. Decision Analyst.

Beth Horn dan Wei Huang (2009) “Comparison of Segmentation Approaches”. Decision Analyst.

http://www.scribd.com/doc/43410656/Perilaku-Konsumen-Full



perilaku konsumen, pendahuluan.



Perilaku konsumen dan cakupan prilaku konsumen
PENDAHULUAN 1



Prilaku Konsumen dan Cakupan Prilaku Konsumen

Siapa sebenarnya konsumen itu ?
Dalam mempelajari pemasaran tentunya kita sudah sering mendengar tentang konsumen, pertanyaan yang saat ini timbul adalah taukah kalian siapakah yang di definisikan sebagai konsumen.
Pasar konsumen adalah kelompok individual (perorangan maupun rumah-tangga) yang membeli dan mengkonsumsi barang atau jasa untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya, tidak ada maksud lain.

(Budiarto, teguh (1993). Dasar pemasaran. Jakarta: gunadarma )

Dari definisi pasar konsumen kita dapat mendefinisikan bahwa konsumen adalahseseorang (individual) yang mengkonsumsi barang atau jasa untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya, dan tidak memiliki maksud lain.

Selain itu kita dapat melihat definisi konsumen menurut hukum tertulis sebagaimana PASAL 1 ANGKA 2 UU NO. 8 TAHUN 1999 yang mendefinisikan Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak diperdagangkan

Dalam menjalankan usaha konsumen memberikan permintaan yang harus di di penuhi kebutuhannya, apabila kita dapat melihat peluang deman tersebut maka kita dapat membuat suatu usaha yang mungkin dapat menghasilkan profit apabila kita melakukan sebuah reset atau penelitian lebih lanjut sebelum menjalankan usaha yang di hasilkan peluangan yang kita dapatkan dari kebutuhan konsumen.

Ciri-ciri konsumen :
Dua wujud konsumen

1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.

2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.


Kekuatan utama yang dapat mempertajam penelitian konsumen
1.       Membantu mereka untuk mengetahui  keinginan, kebutuhan sekaligus dengan kepuasan konsumen.

2.       Implikasi yang banyak disarankan untuk menjadikan pemasaran berhasil adalah kenalilah konsumen anda, berilah apa yang mereka inginkan, gunakan media yang menjadi sasaran dan media baru, gunakan non-media, capailah konsumen di toko, tajamkan promosi, bekerja sama dengan pengecer.


Rabu, 29 Mei 2013

Mobil Ini Berharga Rp 124 Miliar



Jakarta - Berkat desainnya yang menawan, mobil-mobil Ferrari bagai tak lekang dimakan waktu. Lihat saja mobil yang satu ini. Meski sudah berusia 60 tahun, mobil Ferrari ini masih mampu terjual hingga Rp 124,8 miliar.

Mobil yang terjual dengan harga fantastis ini adalah sebuah 1953 Ferrari 340/375 MM Berlinetta. Mobil ini merupakan satu dari tiga mobil yang dibuat Ferrari untuk balapan Le Mans 24 Hours. Selain itu, mobil ini juga ikut serta dalam balapan 24 Hour of Spa, Carrera Panamericana, dan menang di 12 Hours of Pescara.

Pembalap-pembalap yang pernah menungganginya adalah tiga juara dunia Hawthorn, Ascari, dan Farina.

Karena sejarah itulah tidak mengherankan bila mobil yang baru saja di lelang pekan lalu ini laku dengan harga 9.856.000 euro (US$ 12,7 juta) atau sekitar Rp 124,8 miliar.

Dengan harga itu, maka Ferrari 340/375 MM Berlinetta pun menjadi mobil Ferrari termahal yang pernah dilelang. Dibawah 1957 Ferrari 250 Testa Rossa yang laku terlelang hingga US$ 16 juta di 2011 lalu. Namun menjadi Ferrari rancangan Berlinetta termahal saat ini.

Mobil ini sendiri diperkuat oleh mesin V12 yang memiliki kapasitas hingga 4.5 liter. Sebonggol mesin tersebut mampu memperlihatkan tenaga sampai 340 hp, atau 100 hp lebih besar dari kebanyakan mobil balap era 1950an.

Karena itulah tidak mengherankan bila mobil ini hanya butuh waktu 11,5 detik untuk berakselerasi dari diam sampai 100 km/jam dan mencapai topspeed 290 km/jam.


sumber : http://oto.detik.com/read/2013/05/29/141125/2259152/1207/mobil-ini-berharga-rp-124-miliar

Minggu, 26 Mei 2013

Mobil Tercepat Di Dunia Jadi Mobil Polisi Dubai Ternyata Hoax!



Dubai - Beberapa waktu lalu berhembus kabar kalau kepolisian Dubai menjadikan Bugatti Veyron sebagai mobil patroli. Kabar tersebut ternyata hanyalah hoax semata.

Kabar mengenai kehadiran Bugatti Veyron sebagai mobil patroli polisi di Dubai tentu saja menjadi bahan pembicaraan di dunia otomotif internasional.

Bukan apa-apa, kepolisian Dubai sudah memiliki mobil patroli yang tidak biasa yakni Chevrolet Camaro, Bentley Continental GT, Mercedes-Benz SLS, Lamborghini Aventador, Ferrari FF dan Aston Martin One-77.

Tentu saja tersebarnya foto sebuah Bugatti Veyron berbalut motif mobil polisi Dubai membuat banyak orang geleng-geleng kepala.

Foto mobil Veyron berbalut stiker polisi itu di-Tweet sendiri oleh Kepala Polisi Dubai Dhahi Khalfan lewat akunnya @Dhahi_Khalfan.

Namun, Afzal Kahn yang merupakan pendiri Kahn Design yang terkenal segera meneliti foto-foto yang ada.

Hasilnya, Kahn yang juga memiliki sebuah Veyron itu menyimpulkan kalau foto itu adalah hasil olah gambar.

Mobil yang menjadi bahan untuk membuat gambar mobil polisi itu adalah Buggati Veyron yang memiliki pelat nomor F1 yang merupakan salah satu pelat nomor polisi termahal di dunia.

Dan pemiliknya adalah Afzal Kahn sendiri yang merupakan keturunan Arab asal Essex, Inggris.

Carbuzz.com melaporkan kalau pejabat Dubai mengakui kalau mereka memalsukan gambar, tapi hal itu bukan alasan. Soalnya mereka memang berencana
menjadikan Veyron sebagai armada mobil polisi dalam waktu dekat.

Meski begitu, deretan mobil mahal seperti Chevrolet Camaro, Bentley Continental GT, Mercedes-Benz SLS, Lamborghini Aventador, Ferrari FF dan Aston Martin One-77 memang benar-benar dijadikan mobil patroli di Dubai.


sumber : http://oto.detik.com/read/2013/05/23/155928/2254182/1207/mobil-tercepat-jadi-mobil-polisi-dubai-ternyata-hoax

8 Pertanyaan Jebakan Saat Melamar Pekerjaan



  1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.
  2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
    Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.
  3. Apa kelemahan utama Anda?
    Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.
  4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
    Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.
  5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
    Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.
  6. Prestasi apa yang dibanggakan?
    Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.
  7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
    Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.
  8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
    Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.